Jumat, 31 Mei 2013

Jenderal Besar AH Nasution : Jenderal Terhebat Itu Bernama Muhammad SAW


Dalam buku biografi Jenderal Besar
AH Nasution, suatu ketika beliau
ditanya siapa jenderal idolanya.
Ternyata bukan Napoleon
Bonaparte atau Douglas MacArthur.
Pak Nas menjawab singkat: Nabi
Muhammad SAW.
Pak Nas sebenarnya juga jenderal
hebat. Salah satu buku karyanya
yang dibuat selagi gerilya di hutan-
hutan melawan Belanda berjudul
“Guerilla Warfare“. Buku fenomenal
ini menginspirasi tentara Vietkong
dan diimplementasik an untuk
mengusir tentara Amerika di
Vietnam Selatan.
Saya iseng-iseng membaca
biografi Nabi Muhammad SAW.
Ternyata banyak teori dan praktek
peperangan yang sampai kini
masih menjadi acuan bagi prajurit
tempur di mana pun mereka
berdiam. Antara lain:
1. Serangan Kilat
Nabi SAW melakukan serangan
ofensif hanya satu kali, yakni ketika
menggempur markas Yahudi di
Khaibar. Serangan itu dimulai
ketika subuh baru saja usai. Kaum
Yahudi Khaibar sama sekali tidak
pernah menyangka akan ada
serangan dari Madinah secara tiba-
tiba. Ketika gerbang utama Khaibar
terbuka dan orang-orang mulai
melakukan aktivitasnya, mereka
terperangah melihat pasukan
muslim sudah berada di depan
mereka. Mereka berteriak
ketakutan, “Tolong, Pasukan
Muhammad Datang!” Perang
Khaibar berakhir dengan
kemenangan gemilang bagi
pasukan Islam.
Benteng terkuat
kaum Yahudi di jazirah Arabia itu
pun takluk.
Strategi Serangan Kilat ini diadopsi
oleh Napoleon Bonaparte dalam
seluruh penaklukannya. Adolf Hitler
juga melakukan strategi ini dalam
mencaplok negara-negara
tetangganya di Perang Dunia II.
Muhammad SAW sebagai ahli
strategi dan pemimpin tanpa
cacat!Setelah perang Badar, satu
strategi Rasulullah saw yang
sangat urgen adalah
menempatkan para inteligennya di
Mekah untuk memberikan
informasi-infor masi yang terkait
tentang pasukan Quraisy.
Nabi juga membentuk Majelis
Permusyawaratan Militer. Nabi
Muhammad SAW selalu maju di
garis depan, memperkuat
semangat para pejuang. Lain
halnya seperti pemimpin perang
yang selalu di belakang.
Hampir semua peperangan yang
dilakukan oleh Rasulullah sebagian
besar adalah dalam bentuk
penyerangan, kecuali perang
Khandaq, karena kaidah dalam
peperangan menyatakan bahwa
strategi penyerangan lebih
mempunyai potensi besar untuk
memenangkan pertarungan.
Rasulullah saw juga membentuk
satuan pasukan khusus untuk
melakukan ekspedisi militer. untuk
pemetaan medan, penguasaan
lapangan, pengintaian, dan
berbagai aktivitas inteligen militer
lainnya. Beliau selalu melakukan
inspeksi pasukannya.

Sumber : FP Infolers

Jumat, 24 Mei 2013

Budha dalam perspektif Islam?

Di kitab Injil (perjanjian lama) nabi dzulkifli
disebut nabi Ezekiel [Ezekiel 1:3]
Anggapan yg mengatakan Sidharta Buddha
Gautama adalah seorang muslim, berikut
argumen-argumennya:
1. Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang
Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha
Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru
suci bagi umat Buddha tidak lain adalah
Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut
sebagai Nabi yg mempunyai tingkat
kesabaran yang tinggi, dan sangat baik.
Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti
“orang yg berasal dari Kifl”. Sedangkan Kifl
itu sendiri, masih menurut Kalam Azad,
merupakan nama Arab untuk Kapila
(singkatan dari Kapilavastu).
2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam
agama Buddha sebagai “Buddha yang akan
datang” menurut beberapa analisa tidak
lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam
kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III,
76 bisa ditemui: “There will arise in the
world a Buddha named Maitreya (the
benevolent one) a holy one, a supreme
one, an enlightened one, endowed with
wisdom in conduct, auspicious, knowing
the universe“.
SIAPAKAH NABI ZULKIFLI?
Zulkifli bermaksud sanggup menjalankan
amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri
itu sudah lanjut usia dan ingin
mengundurkan diri daripada menjadi
pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai
anak.
Justeru, raja itu berkata di khalayak
ramai:”Wahai rakyatku! Siapakah antara
kamu yang sanggup berpuasa pada waktu
siang dan beribadah pada waktu malam.
Selain itu, sentiasa bersabar ketika
menghadapi urusan, maka akan aku
serahkan kerajaan ini kepadanya.”
Tiada seorang pun menyahut tawaran raja
itu. Sekali lagi raja berkata:”Siapakah antara
kamu yang sanggup berpuasa pada waktu
siang dan beribadah pada malamnya serta
sanggup bersabar?”
Sejurus itu, Basyar dengan suara yang
lantang menyatakan kesanggupannya.
Dengan keberanian dan kesanggupan
Basyar melaksanakan amanah itu beliau
diberi gelaran Zulkifli.
Baginda juga adalah nabi yang cukup sabar
seperti firman Allah, bermaksud:
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang
sabar dan Kami beri rahmat kepada semua
karena mereka orang yang suka bersabar.”
SIAPAKAH SIDDHARTHA GAUTAMA?
Pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623
S.M.), lahirlah seorang yang bernama
Siddhartha Gautama di bandar Kapilavastu/
Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut
Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama
merupakan putera kepada Raja
Suddhodana dan Permaisuri Maha Maya.
Raja Suddhodana dari keturunan suku
kaum Sakyas, dari keluarga kesastrian dan
memerintah Sakyas berdekatan negeri
Nepal. Manakala Permaisuri Maha Maya
pula adalah puteri kepada Raja Anjana yang
memerintah kaum Koliya di bandar
Devadaha.
Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri
bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke
sebuah gunung yang tinggi. Kemudian,
permaisuri melihat seekor gajah putih yang
cantik. Pada belalai gajah itu terdapat
sekuntum bunga teratai. Gajah
mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke
dalam perut permaisuri.
MAKSUD ISTILAH BUDDHA
Dalam agama Buddha, perkataan Buddha
bermaksud ‘seorang yang bijaksana’ atau
‘dia yang mendapat petunjuk’. Kadang kala
istilah ini digunakan dengan maksud ‘nabi’.
Gautama Buddha pernah menceritakan
kedatangan seorang Antim Buddha.
Perkataan Antim bermaksud ‘yang terakhir’
dan Antim Buddha bermaksud ‘nabi yang
terakhir’ (Antim terakhir yang dimaksudkan
ialah Muhammad SAW sebagai Nabi dan
Rasul terakhir). Pada saat kematian
Gautama Buddha, beliau memberitahu
perkara ini kepada pengikut setianya
bernama Ananda.
Makna “Nabi” dalam bahasa Arab (berasal
dari kata naba yang berarti “dari tempat
yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di
tempat tinggi’ dapat melihat tempat yang
jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim
dengan kata Buddha sebagaimana yang
difahami oleh para penganut Buddha.
Sinonimnya pengertian ini dapat
diringkaskan sebagai “Seorang yang diberi
petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat
kebijaksanaan yang tinggi menggunung”.
RINGKASAN KISAH SIDDARTHA GAUTAMA
Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal
Buddha atau bakal mencapai Pencerahan)
pada tanggal 623 S.M. pada bulan
purnama Vesak. Selepas sahaja Bodhisatta
dilahirkan, Permaisuri Maha Maya mangkat
selepas tujuh hari melahirkan anak.
Pada hari kelahiran Bodhisatta telah
disadari secara ghaib oleh seorang tua
yang sedang bertapa di kaki gunung
Himalaya yang digelar Asita Bijaksana
(nama asalnya Kala Devala). Asita bergegas
ke istana pada keesokannya untuk melihat
dan menilik putera Raja Suddhodana.
Asita mendapati terdapat 32 tanda utama
dan 80 tanda kecil menunjukkan
Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung
dan Guru Agung kepada manusia dan
dewa-dewa (i.e. Jin dan Malaikat,
kelemahan umat Hindu dan Buddha ialah
tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat
yang keduanya dipanggil DEWA-DEWA).
Asita menangis karena sedih tidak sempat
mendengar ucapan dan pengajaran
Buddha di masa akan datang, beliau
kemudian berlutut tunduk hormat kepada
bayi Bodhisatta.
Kenyataan terakhir Asita ialah Bodhisatta
hanya akan menjadi salah satu dari dua
yaitu sekiranya ia kekal membesar dalam
istana dia akan menjadi Maharaja Agung
manakala kalau dia berjaya lari dari istana
maka dia akan menjadi Mahaguru Agung.
Upacara menamakan putera raja diadakan
pada hari kelima selepas Boddhisatta
dilahirkan. Pada akhir majlis itu, 108 orang
bijaksana memutuskan nama yang sesuai
untuk putera raja iaitu SIDDHARTHA
GAUTAMA yang membawa maksud ‘Cita-
Cita Terkabul’.
Siddhartha kemudian membesar di istana
dan belajar kepada seorang guru istana
bernama Sirva Mitra. Beliau menjadi pelajar
yang luar biasa pintar dan mahir dengan
ilmu ketenteraan. Yang menjadi keheranan
kepada orang disekeliling dan gurunya
ialah sifat Siddharta yang sensitif terhadap
penganiayaan hingga tidak ada seorang
pun yang beliau lihat menganiaya binatang
kecuali mencegahnya serta merta.
Malah beliau sangat bersedih melihat para
petani berkerja keras membajak tanah
dibawah terik matahari menyebabkannya
lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-
Bodhi) dan duduk di sana secara
bertafakur (samadhi) untuk membuang
stress.
PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN
SIDDARTHA GAUTAMA
Maka berbalik kepada maudhu’
perbahasan, benarkah Buddha itu disebut
dalam Al-Qur’an? Sebenarnya tidak ada
kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur’an,
namun menurut Dr. Alexander Berzin
bahawa terdapat catatan para sejarawan
dan peneliti yang mengaitkan beberapa
ayat Al-Qur’an dengan Sang Buddha, yaitu
pada maksud ayat;
“Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun,
dan demi bukit Sinai, dan demi kota
(Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-
rendahnya (neraka), kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh;
maka bagi mereka pahala yang tiada putus-
putusnya. Maka apakah yang menyebabkan
kamu mendustakan (hari) pembalasan
sesudah (adanya keterangan-keterangan)
itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-
adilnya?”(At-Tin 95 : 1)
Beliau menjelaskan bahwa buah Zaitun
melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus,
Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa
a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula
menunjukkan Islam dan Muhammad SAW.
Manakala pohon Tin (fig) pula
melambangkan apa?
Tin (fig) = Pohon Bodhi
Pohon Bodhi adalah tempat Buddha
mencapai Pencerahan Sempurna. Al-
Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat
bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin
yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof.
Hamidullah juga berpendapat sama dengan
al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon
(buah) tin (fig) di dalam Al-Qur’an ini
menunjukkan Buddha itu sendiri, maka
dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan
Islam meyakini bahawa Buddha telah
diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.
Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang
sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam
bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan
Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh
wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha
adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang
berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli
disebutkan 2 kali dalam Al-Qur’an:
“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan
Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka
termasuk orang-orang yang sabar.” (Al-
Anbiya’ 21: 85).
“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan
Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk
orang-orang yang paling baik.” (Shad 38 :
48).
KESIMPULAN
“Kifl” adalah terjemahan Arab dari
Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran
Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang
mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad
seorang ahli teologi Muslim abad ke-20
turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam
Al-Qur’an boleh jadi adalah Buddha.
Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s.
adalah antara nabi yang mempunyai cerita
yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini
mungkin menjadi faktor kepada sebahagian
ulama’ menyamakan watak Dzul-Kifli dalam
Al-Qur’an dengan Buddha yang secara
kebetulan banyak persamaan sekiranya
disuaikan.
Yang menarik perhatian saya ialah
mengenai surah at-tin (the fig). Allah
berfirman mengenai pokok/buah tin,
pokok/buah zaitun, bukit sinai dan kota
mekah. Mekah dikaitkan dgn Nabi
Muhammad s.a.w., Bukit Sinai dengan Nabi
Musa, zaitun dengan Nabi Isa a.s., dan
siapa pula dikaitkan dengan buah atau
pokok tin?
Dikatakan dalam sejarah bahawa Gautama
Buddha duduk bawah pokok tin. Kalau ikut
istilah islam, dia dapat wahyu masa duduk
bawah pokok tersebut. Ikut tulisan orang
Buddhist, dia dapat ilham masa duduk
bawah pokok tersebut.
Bila Allah berfirman :“Wattiini wazaitun.
watuurisinina wahazal baladil amin.”
Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya.
Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Nabi Isa
a.s), Siniina- bukit Sinai (Nabi Musa) dan
Baladil amin -Tanah yang aman dan
selamat (Mekah)- Nabi Muhammad saw. ia
ikut urutan, hebatnya Qur’an sebagai
kalimat Tuhan susunan sejarah riwayat
Nabi-Nya. Mari kita sama-sama fikirkan.
HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI.

Sumber: http://m.facebook.com/rusdian.vjocha?refid=52&_ft_=qid.5881792627965897222%3Amf_story_key.2298461883295177066

Rabu, 22 Mei 2013

Verifikasi dan validasi data NUPTK 2013

Bagi semua pemilik NUPTK mulai tanggal 3 juni 2013 diadakan proses verval ulang NUPTK guru
silahkan klik tautan ini
http://padamu.kemdikbud.go.id/

Minggu, 19 Mei 2013

Studi: Penyembelihan Tidak Menyakiti Hewan

Penyembelihan hewan dengan cara Islami terlihat penuh darah dan mengerikan. Beberapa mengatakan cara seperti ini tidak manusiawi dan sadis. Tapi penelitian membuktikan, cara membunuh seperti ini justru yang paling baik untuk hewan. 

Dalam laporan hasil penelitian yang dilansir Islamweb.net, disebutkan hewan tidak merasakan rasa sakit saat disembelih. Ketika urat nadi yang terletak di bagian depan tenggorokan digorok, hewan akan segera kehilangan kesadaran, sehingga tidak mungkin merasakan sakit. 

Soal gerakan kejang-kejang yang umumnya terjadi saat hewan disembelih, menurut studi, bukan wujud rasa sakit. Dijelaskan, saat pembuluh darah putus, otak tidak lagi menerima aliran darah, tapi otak besar masih tetap hidup, sistem saraf di belakang leher juga masih terkait dengan semua sistem tubuh.

Akibatnya, sistem saraf mengirimkan sinyal ke jantung, otot, usus dan seluruh sel tubuh untuk mengirim darah ke otak besar. Pengiriman darah ke otak besar inilah yang membuat pergerakan sporadis saat hewan disembelih. 

Darah yang mengalir ke otak besar ke luar melalui lubang sembelihan di leher. Hewan mati ketika darahnya habis. Seluruh rasa sakit tidak dirasakan lagi, karena hewan hilang kesadaran ketika urat nadinya putus.

Berbeda dengan mematikan hewan dengan cara lain, misalnya dipukul atau dicekik. Saat dicekik hewan bisa mengalami kesakitan akibat pusing yang hebat karena darah tidak bisa mencapai otak.
Jika dipukul, hewan mati dengan darah masih dalam tubuh. Hal ini menyebabkan membran yang melapisi usus besar kehilangan kemampuan mempertahankan bakteri. Dengan demikian, bakteri menembus tubuh hewan, berkembang dalam darah dan menyebar ke seluruh daging. 

Pengukuran Ilmiah

Profesor Schultz dan rekannya, Dr Hazim, dari Universitas Hanover, Jerman, juga memperkuat metode penyembelihan lebih aman dibanding metode pemukulan, melalui eksperimen. 

Dua peneliti itu menggunakan alat electroencephalograph (EEG) dan elektrokardiogram (EKG) untuk menguji dua metode penjagalan hewan. caranya dengan menanamkan beberapa elektroda di berbagai tengkorak hewan bahkan sampai ke permukaan otak. 

Sepanjang uji coba dua alat itu merekam kondisi otak dan jantung pada dua metode itu. Hasilnya, untuk metode penyembelihan, tiga detik setelah disembelih, EEG tidak menunjukkan perubahan grafik dari saat sebelum disembelih. Ini menunjukkan hewan tidak merasakan sakit selama saat itu.

Lantas, tiga detik berikutnya, EEG mencatat hewan dalam kondisi tak sadarkan diri akibat darah yang terkuras.

Setelah enam detik, EEG mencatat level nol, penanda hewan tidak merasakan sakit apapun. Sementara EEG turun ke level nol, jantung hewan masih berdebar dan tubuh kejang-kejang bersamaan darah terkuras. 

Karena darah terkuras, bakteri tak bisa berkembang dalam tubuh hewan. Maka menurut pengukuran ini, hewan dengan metode penyembelihan sangat sehat untuk dikonsumsi.

Bagaimana dengan pengukuran metode barat?

Dengan pemukulan, memang hewan jadi tak sadar. Namun pengukuran EEG menunjukkan hewan mengalami sakit parah, jantung hewan berhenti berdetak lebih awal dibandingkan hewan dengan metode penyembelihan. Kondisi ini mengakibatkan pengendapan darah dalam daging, konsekuensinya tidak sehat bagi konsumen.
Sumber: viva news.com

Sejarah> Bob Freeberg, pilot Amerika pahlawan Indonesia

Robert Earl Freeberg, adalah salah satu
orang yang berjasa di awal kemerdekaan
Indonesia. Pilot bayaran berkebangsaan
Amerika Serikat ini gagah berani terbang
menembus blokade udara Belanda. Bob
belasan kali menjalankan operasi 'black
flight' atau penerbangan gelap
menyelundupkan candu dan berbagai hasil
alam Indonesia untuk ditukar senjata atau
uang di luar negeri. Hasil penyelundupan
itu digunakan pemerintah Soekarno untuk
membiayai negara di masa sulit awal
kemerdekaan.
Di mata Presiden Soekarno, Bob adalah
orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang
untuk membantu perjuangan rakyat
Indonesia.
"Seorang pemuda pada suatu hari muncul
entah darimana dan memperkenalkan
dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang
Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh
simpati pada perjuangan anda. Bantuan
apa yang dapat kuberikan?" demikian
Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy
Adams.
Bob adalah mantan penerbang tempur
Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang
dunia ke II. Setelah perang berakhir, pria
asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI
(Commercial Air Lines Incorporated)
Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit
Muharto Kartodirdjo di Singapura dan
segera menyatakan kesediaannya untuk
melakukan penerbangan untuk membantu
Indonesia.
Bob kemudian menabung dan membeli
sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia
memberi nama pesawat itu RI-002. Kenapa
bukan RI-001? Bob berpendapat nama
RI-001 selayaknya diberikan untuk nama
kehormatan pesawat pertama yang dimiliki
Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia
tak punya satu pun pesawat angkut.
Bob membantu menyelundupkan emas,
candu, perak, kina dan karet dari
Indonesia ke luar negeri. Lalu dia
membawa senjata, pakaian dan obat-
obatan dari luar negeri ke Indonesia. Kisah
petualangan Bob seru seperti di film action
saja.
Bob juga banyak membantu TNI untuk
melakukan operasi militer. Dialah pilot
operasi penerjunan pertama yang
dilakukan Angkatan Udara Republik
Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob
menerbangkan RI-002 dari Bandara
Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan
Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI
untuk menembus blokade Belanda dan
mengobarkan perlawanan di sana.
Bob pula yang mengantar Soekarno
berkeliling Sumatera guna meminta
sumbangan rakyat untuk membantu
perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian
menyumbang 20 Kg emas yang kemudian
dibelikan pesawat Dakota dengan nama
seulawah atau gunung emas. Pesawat ini
yang kemudian diberi nomor registrasi
RI-001.
Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi
dia terlibat secara emosional dalam
perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa
menerima perlakuan sewenang-wenang
Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam
surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya
di AS, Bob selalu menggambarkan
penghormatannya untuk rakyat Indonesia.
"Sangat menakjubkan melihat rakyat
Indonesia memperjuangkan kemerdekaan
mereka," kata Bob seperti dikutip dari
smithsonianmag.com.
Sayangnya nasib Bob berakhir tragis.
Pesawatnya jatuh saat mengirim emas 20
kilogram ke Palembang. Tanggal 29
September 1948, pesawat Dakota milik Bob
jatuh di belantara hutan. Diduga pesawat
itu ditembak jatuh pesawat pemburu
Belanda.
"Dia mengalami kecelakaan saat aku
mengirimnya ke Palembang untuk
membawa uang untuk membantu gerilya di
Sumatera. Tak pernah aku akan melupakan
kawanku orang Amerika, Bob Freeberg,"
kata Soekarno.

Sabtu, 18 Mei 2013

SEJARAH>BUKTI ILMIAH “BULAN TERBELAH” DARI MANUSKRIP KUNO, RAJA INDIA & NASA

manuskrip persia
Juga hal yang sama dialami oleh bangsa
dan kebudayaan-kebudayaan lain
sebagian dari mereka mencatat keajaiban
peristiwa itu , seperti yang terdapat dalam
manuskrip Madrid dan Manuskrip Bangsa
Maya kuno dalam Ilmu perbintangan.
index
http://www.mayalords.org/restfldr/
persia.html
Menunjukkan bahwa dalam manuskrip
Persia ini terdapat salah seorang Lelaki
yang menunjuk ke arah Bulan Yang
terbelah.
Sejak dahulu bangsa Maya dikenal sangat
mengemari Ilmu Astronomi dan
merupakan salah satu negeri yang maju
dalam bidang ilmu tersebut. Tetapi dalam
salah satu Manuskripnya menunjukkan
bahwa Mereka (Bangsa Maya) Menganggap
di Bulan telah terjadi gempa dan
memyebabkan terbelahnya Bulan menjadi
dua bagian.
Naskah yang menunjukkan keadaan Bulan
dalam gambar Telinga kelinci dan
wajahnya yang pecah dan ditandai dengan
Simbol Dewi Bulan.
Persitiwa pembelah Bulan tercatat dalam
Manuskrip Pasir dan India pada waktu
yang berdekatan yaitu awal abad ke-7
Masehi dan Sejarawan juga mengatakan
bahwa di salah satu Kuil Kuno di Cina
tertulis mengenai peristiwa itu.
Teks bahasa Inggris:
At the top of page 139 in the 1997 Maya
Hieroglyphic Forum, the dot and bar
numbers have been inserted as
corrections for the tops of the other
columns (missing in V and K’s works). On
the basis of the number sequences, the
date of the first (and, what I am
surmising, was the original change) is
9.9.9.16.0 or the Gregorian date of 9
February 623 (the Julian date calculated
the 6th of February, that same year).
Dalam naskah diatas menujukkan tahun
623 Masehi, sesuai dengan jumlah waktu
menetap Rasulullah Saw di Makkah
sebelum Hijrah ke Madinah. Rasulullah
Saw dilahirkan pada Tahun 570 atau 571
Masehi, kemudian hidup di Makkah
selama 53 tahun ( 40 sebelum menjadi
Rasul + 13 setelah diangkat menjadi
Rasul )
Jika pada tahun 571 (kelahiran Nabi) + 53
( kehidupan Nabi selama di Makkah
sebelum Hijrah)
Atau Tahun 623 Masehi : Jika kita mulai
menghitungnya pada tahun 570
Masehi..Persisi dengan tahun yang
disebutkan dalam Naskah bangsa Maya di
atas, serta tahun di mana terjadinya
Peristiwa tebelahnya Bulan di Akhir-Akhir
tahun Rasulullah berada di Makkah
sebelum Hijrah
Penemuan ilmuwan NASA
Ilmuwan NASA Telah mengungkapkan
bawah di bulan terdapat celah dengan
panjang beberapa ratus kilometer,
kemudian mereka pun menemukan
beberapa celah lain di permukaan Bulan
yang sampai sekarang belum diketahui
penyebab retakan terebut, beberapa
Ilmuwan lain beranggapan bawah celah
tersebut bekas dari cairan Lava hanya saja
spekulasi ini sebatas teori yang tidak
terbuktikan, terdapat Sejumlah besar celah
pada permukaan bulan, dan beberapa di
antaranya mensimulasikan `Retakan yang
tersambung` seolah-olah kita berada di
depan permukaan logam retak kemudian
merapat !, Ilmuwan NASA menyebut
fenomena ini sebagai: `rilles are still a
topic of research` yang berarti fenomena
celah ini masih dalam proses penelitian,
Bahkan hingga sekarang pun celah ini
masih membingungkan para ilmuwan
dalam menjelasan penyebabnya, dan
semua teori yang mereka kemukakan jauh
dari kenyataan gambar yang diperoleh
oleh NASA.
Gambar celah yang menyerupai retakan
besar pada Bulan seperti bagian yang telah
terpotong kemudian bersambung,
Ilmuwan mengatakan bahwa: “ jenis celah
ini sangat jauh berbeda dengan celah yang
terdapat di kerak Bumi dikerenakan
Ukurannya yang begitu besar dan Aneh
bagi kita ( Ilmuwan) dan bertentangan
dengan teori-teori yang kita ketahui dalam
Ilmu Fisika”. Misteri apakah yang
tersimpan mengenai retakan
itu..Bagaimana bisa terjadi..dan kapan
terjadinya? Hingga sekarang Semua
pertanyaan ini masih terus mencari dan
menanti jawabannya.
Para Ilmuwan NASA telah memperoleh
sejumlah besar gambar dari fenomena
celah di Bulan yang justru
membingungkan para Ilmuwan untuk
menemukan penjelasan logis atau ilmiah.
Foto bagian Bulan ini diperoleh dari NASA
pada tahun 1969 dari ketinggian 14 Km
dari permukaan Bulan, menunjukkan
bahwa keadaan celah itu memperlihatkan
efek “Fusi” maka mereka pun menganggap
penyebab efek tersebut disebebkan oleh
cairan Lava yang keluar dari celah-
celahnya lalu menutupi celah tersebut.
Referensi gambar dan badan antariksa AS
NASA: http://apod.nasa.gov/apod/
image/0210...ollo10_big.jpg
Ada banyak gambar yang seolah-olah yang
menyimulasikan bekas las Logam ! para
peneliti kebingungan menyaksikan celah
ini, sebagian berpendapat bahwa pada
jutaan tahun yang lalu terdapat cairan
Lava di permukaan Bulan yang
meninggalakan bekas celah tersebut, tetapi
anggapan itu segera terbantahkan Karena
bekas Lava yang terdapat di permukaan
Bulan sangat jauh berbeda dengan bekas
Lava yang ada di Bumi, dan tidak tampak
bekas hancur dan ambruk pada bagian
celah Bulan, tetapi celah ini memiliki sisi
yang tajam seakan bekas retakan. Pada
Umumnya lava yang tedapat pada gunung
berapi sama dengan Lava yang ada di
celah retakan kerak Bumi akan tetapi
terdapat perbedaan mendasar antara
celah Bumi dan celah Bulan, yaitu bentuk
celah Bulan tampak halus dan Lunak
seakan terbentuk dengan terampil.
Gambar ini diambil oleh NASA,
menyerupai`struktur las Listrik` seperti
yang kita lihat pada dua potongan logam
yang disambung denga Las listrik, tetapi
bekas sambungan yang ada di Bulan ini
ukurannya sangat besar dan panjangnya
hingga mencapai ratusan kilometer.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan
oleh American Geophysical Union pada
tahun 1970, disebutkan bahwa penyebab
terbentuknya Celah pada Bulan tesebut
bertentang dengan teori-teori yang
dikemukakan para Ilmuwan, dan diantara
Laporan itu terdapat sebuah penjelasan
dari seorang Insinyur bernama Ralph
Juergens yang menjelasakan Bahwa
sebelumnya telah terjadi sengatan Listrik
yang sangat Kuat meyerupai sambaran
Petir yang mengenai Bulan sehingga
menyebabkan keretakan kemudian
retakan itu tertutupi dan membentuk
struktur las Listrik seperti pada dua
potongan logam yang tersambung oleh
tenaga listrik.
Gambar celah yang panjangnya 125
kilometer dan kedalaman 400 meter dan
lebar 1.500 meter.
Seseorang Mungkin berkata: bagaimana
mungkin Bulan bisa terbelah menjadi dua
bagian, bisakah itu terjadi ? Lalu kenapa
Bulan tidak runtuh ?, bahkan mereka pun
akan berkata : jika benar terjadi, peristiwa
ini sangat bertentangan dengan Hukum
Fisika, gravitasi dan alam semesta ?
Jadi Kesimpulan dari permasalahan Ilmiah
ini: Bahwa terdapat berbagai Mukjizat yang
tidak dapat ditafsirkan dengan kekuatan
Logika maupun kemajuan Sains, yaitu
Mukjizat yang Allah Swt Khususkan kepada
para utusan-Nya seperti Mukjizat tongkat
Nabi Musa A.s Yang berubah menjadi ular
dan Nabi Isa A.s yang dapat
menghidupakan orang Mati atau Mukjizat-
Mukjizat yang dimilik para Nabi dan Rasul
yang serupa dengannya….maka keajaiban-
keajaiban seperti ini mustahil untuk
ditafsirkan secara Ilmiah, karena hanya
dengan imanlah seseorang bisa
menjustifikasikan kebearan mukjizat itu.
Allah Swt Berfirman:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala
wilayah dan pada diri mereka sendiri,
hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran
itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas
segala sesuatu? (Fushshilat : 53)

Sumber: viva forum

Presiden Korea Selatan dan Ispirasi Ayat alQuran


Pada tahun 1970an, Presiden Korea
Selatan Park Chung Hee berkunjung ke
Indonesia, tepatnya ke serambi Mekkah,
atau Aceh. Pada waktu itu ada kunjungan
bilateral antara Indonesia dan Korea
Selatan. Pada suatu hari yang tidak sibuk,
pak presiden Korea Selatan ini berkunjung
ke salah satu masjid yang ada di Aceh, yaitu
masjid Baitturahman. Pada saat itu juga
beliau merasa tertarik pada satu ayat
Alquran yang dipajang di salah satu dinding
masjid. Beliau bertanya kepada salah satu
pengurus masjid, “Artinya apa ?”, “Innallaah
laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta
yughoyyiru maa bi anfusihim” yang artinya
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah
nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri
yang mengubah apa yang ada pada diri
mereka (QS 13 : 11).
Sang presiden terkejut dan merasa kagum
dengan ayat tersebut, walaupun presiden
bukan seorang yang muslim tapi beliau
sangat terkagum-kagum mendengan satu
potong ayat tersebut. Lalu sang presiden
bertanya lagi pada pengurus masjid,
“Bolehkah saya bawa ke negara saya ?”,
pengurus masjid berkata, “tentu saja
boleh”.
Jadilah ayat tersebut dibawa ke Korea
Selatan dan dijadikan slogan resmi negara
ini. “Tuhan tidak mengubah keadaan Korea
Selatan, sampai rakyat Korea Selatan yang
mengubah keadaannya sendiri”. Padahal
hanya satu ayat, tapi luar biasa mampu
merubah satu bangsa Korea Selatan sampai
sekarang.
Jika kita mampu mengaplikasikan semua
ayat Alquran, Insya Allah bangsa indonesia
akan maju dan sejahtera dari negara
manapun, wallahu a’lam.

sumber: fp padamu negeri